Ketika ayahnya, Resi Jamadagni dibunuh Prabu Hehaya, timbul kebencian Ramaparasu terhadap golongan satria dan bersumpah akan membunuh setiap satria yang dijumpainya. Ia kemudian pergi mengembara. Setiap satria yang dijumpainya ditantangnya mengadu kesaktian. Tak satupun yang berhasil mengalahkannya. Hampir seluruh satria Wangsa Hehaya binasa ditangannya.
Setelah usianya semakin tua, ia ingin muksa. Dicarinya satria penjelmaan Dewa Wisnu, karena hanya dialah yang bisa membunuhnya. Ramaparasu bertemu dan bertanding dengan Prabu Arjunasasrabahu, raja negara Maespati yang diyakini sebagai titisan Dewa Wisnu. Tapi Arjnasasrabahu dapat dikalahkannya. Akhirnya Ramaparasu bertemu dengan Ramawijaya, putra Prabu Dasarata dengan Dewi Kusalya dari negara Ayodya. Ramaparasu kalah bertanding melawan Ramawijaya. Ketika ia minta muksa Ramawijaya menganjurkan untuk kembali bertapa. Ramaparasu kemudian kembali ke petapaan Dewasana, hidup sebagai brahmana bergelar Resi Ramaparasu. Selama hidupnya ia hanya mempunyai tiga orang urid, yaitu; Bisma, Drona dan Karna.
EmoticonEmoticon