Resi Mayanggaseta pernah diminta bantuannya oleh keluarga Pandawa agar bersedia menari di alun-alun negara Dwarawati sebagai persyaratan memeriahkan upacara perkawinan antara Arjuna dengan Dewi Wara Sumbadra, adik Prabu Kresna raja negara Dwarawati. Untuk meminta kesediaan Resi Mayanggaseta, Bima mengutus patih Gagakbaka ke pertapaan Pandansurat.
Pada mulanya Resi Mayanggaseta menolak, karena ia merasa dihinakan/direndahkan martabatnya, sebab walau berwujud kera ia seorang brahmana yang juga bisa berbicara dan beradat istiadat sebagaimana manusia. Selain itu ia juga masih keturunan Resi Supalawa, manusia kera kekasih dewata. Namun setelah ia kalah berperang melawan Gagakbaka, Resi Mayanggaseta akhirnya bersedia memenuhi permintaan Bima dan keluarga Pandawa untuk pergi ke negara Dwarawati, memperrtunjukkan kemahirannya menari. Akhir riwayatnya tidak banyak diceritakan. Konon ia mati moksa karena usia lanjut.
EmoticonEmoticon