Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan

SALYA

10.57 Add Comment

PRABU SALYA ketika mudanya bernama Narasoma. Ia adalah putra Prabu Mandrapati, raja Negara Mandaraka dari permaisuri Dewi Tejawati. Prabu Salya mempunyai saudara kandung bernama Dewi Madri/Dewi Madrim yang kemudian menjadi isteri Prabu Pandu, raja negra Astina
Prabu Salya menikah dengan Dewi Pujawati/Dewi Setyawati. Putri tunggal Bagawan Bagaspati, brahmana raksasa di pertapan Argabelah, dengan Dewi Darmastuti, seorang hapsari/bidadari. Dari perkawinan tersebut., ia dikaruniai 5 (lima) orang putra, yaitu; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata.
Prabu Salya mempunyai sifat dan perwatakan; tinggi hati, sombong, congkak, banyak bicara,
cerdik dan pandai. Ia sangat sakti, lebih–lebih setelah mendapat warisan Aji Candrabirawa dari mendiang mertuanya, Bagawan Bagaspati yang mati dibunuh olehnya.
Prabu Salya naik tahta kerajaan Mandaraka menggantikan ayahnya, Prabu Mandrapati yang meninggal bunuh diri. Akhir riwayatnya diceritakan, Prabu Salya gugur di medan pertempuran Bharatayuda oleh Prabu Yudhistrira/Prabu Puntadewa dengan pusaka Jamus Kalimasada

SAKUTREM

10.54 Add Comment

Bambang SAKUTREM dikenal pula dengan nama Bambang Kalingga. Ia putra kedua dari tiga bersaudara, putra Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras/Dewi Retnowati, dari pertapaan Retawu di gunung Saptaarga. Dua saudaranya yang lain ialah Bambang Manudewa dan Dewi Sriyati.
Oleh Dewata, Sakutrem telah ditetapkan sebagai satria yang akan menurunkan Trah Witaradya (silsilah para raja). Karena saat mengandung dirinya, Dewi Retnowati telah makan buah Sumarwana ( buah sorga) yang berada di puncak pohon rukem di hutan Wanasaya yang dijaga oleh raksasa sakti bernama Satrutama.
Selain gemar bertapa, Sakutrem juga senang berburu dan mahir menggunakan senjata panah. Bersama Resi Manumayasa, ayahnya, ia menjadi jago kadewatan membinasakan Prabu
Kalimantara, Arya Dadali dan Arya Sarotama, raksasa-raksasa dari negara Nusahantara. Karena jasanya kepada Dewa dan Suralaya, oleh Bathara Guru, Sakutrem  diberi kehormatan gelar Bathara Darma, yang m empunyai arti ; berkorban untuk Dewa dan Keluhuran. Ia juga seorang yang menyebabkan mulai timbulnya pusaka-pusaka Keprabon ( Keprabu - an) dimasa datang.
Sakutrem menikah dengan Dewi Nilawati, putri Prabu Nilantaka raja negara Pujangkara, dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Sakri. Setelah usia lanjut, Sakutrem menyerahkan Padepokan Retawu kepada Bambang Sakri. Ia kemudian tinggal di pertapaan Girisarangan (Gunung cadas/karang), salah satu dari tujuh puncak gunung Saptaarga.
Sakutrem meninggal dalam usia sangat lanjut, jenasahnya dimakamkan di pertapaan Girisarangan.

SAKUNI

10.49 Add Comment


ARYA SAKUNI yang waktu mudanya bernama Trigantalpati adalah putra kedua Prabu Gandara, raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.
Arya Sakuni menikah dengan Dewi Sukesti, putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama ; Arya Antisura/Arya Surakesti, Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa, patih negara Dwarawati.
Sakuni mempunyai sifat perwatakan ; tangkas, pandai bicara, buruk hati, dengki dan licik. Ia bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan, tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan. Sakuni mempunyai pusaka berwujud Cis (Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.
Dalam perang Bharatayuda, Sakuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya, raja negara Mandaraka. Ia mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima. Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya. Mayat Sakuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpala.
SAKSADEWA

SAKSADEWA

10.47 Add Comment
SAKSADEWA atau Yaksadewa adalah putra Prabu Rahwana/Dasamuka raja negara Alengka dengan permaisuri Dewi Satiwati. Ia mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu masing-masing bernama ; Indrajid/Megananda, putra Dewi Tari, Pratalamariyam, putra Dewi Urangayung, Trisirah putra Dewi Tisnawati, Trimurda putra Dewi Wiraksi serta saudara kembar Trikaya dan Trimuka putra Dewi Wisandi.
Selain sakti, Saksadewa mempunyai pusaka panah sakti bernama Candrasa. Ia juga mempunyai kereta perang yang ditarik singa dan dapat terbang, pemberian Bathara Brahma.
Ketika Anoman mengamuk dan merusak Taman Hargasoka setelah berhasil menemui Dewi Sinta dan menyerahkan cincin Prabu Rama, Saksadewa diperintahkan Prabu Dasamuka untuk menangkap Anoman. Perang seru terjadi,. Kereta perang Saksadewa dapat dihancurkan Anoman, Yaksadewa sendiri akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Anoman. Tubuhnya hancur dihantam batang pohon nagasari.

SAKRI

10.44 Add Comment


Bambang SAKRI adalah putra tunggal Resi Sakutrem dengan Dewi Nilawati, dari pertapaan Retawu, puncak gunung Saptaarga. Ia lahir bertepatan dengan terjadinya telaga di gunung tersebut yang kemudian dikenal dengan nama Telaga Retawu.
Bambang Sakri sangat gemar bertapa dan berburu, Ia sangat sakti dan mahir mempergunakan senjata panah. Bambang Sakri menikah dengan Dewi Sati, putri Prabu Partawijaya, raja negara Tabelasuket. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Palasara.
Oleh ayahnya, diserahi padepokan Retawu, Resi Sakutrem kemudian menetap di pertapaan Girisarangan. Setelah Palasara dewasa, padepokan Retawu oleh Resi Sakri diserahkan kepada Palasara. Ia kemudian menetap di pertapaan Argacandi ( gunung yang wingit/angker ), salah satu dari tujuh puncak gunung Saptaarga.
Bambang Sakri banyak berjasa pada Dewata dan Suralaya. Karena itu ia mendapat anugrah gelar  Bathara. I a meninggal dalam usia lanjut. Jenasahnya dimakamkan di pertapaan Argacandi.