Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang, Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya, bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa, raja negara Mandura. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa, tetapi juga putra Prabu Basudewa, sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Dengan dukungan Suratrimantra, Kangsa pergi kenegara Mandura. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. Oleh Kangsa, Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana, Dewi Maerah ikut belamati, terjun ke dalam pancaka (api pembakaran mayat) demi kehormatan dan harga dirinya.
MAERAH
Setelah Kangsa dewasa dengan terus terang, Dewi Maerah menceritakan keadaan sebenarnya, bahwa ia sesungguhnya permaisuri Prabu Basudewa, raja negara Mandura. Kangsa tidak sepenuhnya putra Gorawangsa, tetapi juga putra Prabu Basudewa, sehingga berhak mendapat pengakuan sebagai putra Prabu Basudewa. Dengan dukungan Suratrimantra, Kangsa pergi kenegara Mandura. Ia akhirnya diakui sebagai putra Prabu Basudewa dan diangkat menjadi Adipati di Sengkapura. Oleh Kangsa, Dewi Maerah diboyong ke Sengkapura. Ketika Kangsa tewas dalam peperangan melawan Kakrasana dan Narayana, Dewi Maerah ikut belamati, terjun ke dalam pancaka (api pembakaran mayat) demi kehormatan dan harga dirinya.
EmoticonEmoticon