Loading...
Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wayang. Tampilkan semua postingan

SALYA

10.57 Add Comment

PRABU SALYA ketika mudanya bernama Narasoma. Ia adalah putra Prabu Mandrapati, raja Negara Mandaraka dari permaisuri Dewi Tejawati. Prabu Salya mempunyai saudara kandung bernama Dewi Madri/Dewi Madrim yang kemudian menjadi isteri Prabu Pandu, raja negra Astina
Prabu Salya menikah dengan Dewi Pujawati/Dewi Setyawati. Putri tunggal Bagawan Bagaspati, brahmana raksasa di pertapan Argabelah, dengan Dewi Darmastuti, seorang hapsari/bidadari. Dari perkawinan tersebut., ia dikaruniai 5 (lima) orang putra, yaitu; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, Arya Burisrawa dan Bambang Rukmarata.
Prabu Salya mempunyai sifat dan perwatakan; tinggi hati, sombong, congkak, banyak bicara,
cerdik dan pandai. Ia sangat sakti, lebih–lebih setelah mendapat warisan Aji Candrabirawa dari mendiang mertuanya, Bagawan Bagaspati yang mati dibunuh olehnya.
Prabu Salya naik tahta kerajaan Mandaraka menggantikan ayahnya, Prabu Mandrapati yang meninggal bunuh diri. Akhir riwayatnya diceritakan, Prabu Salya gugur di medan pertempuran Bharatayuda oleh Prabu Yudhistrira/Prabu Puntadewa dengan pusaka Jamus Kalimasada

SAKUTREM

10.54 Add Comment

Bambang SAKUTREM dikenal pula dengan nama Bambang Kalingga. Ia putra kedua dari tiga bersaudara, putra Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras/Dewi Retnowati, dari pertapaan Retawu di gunung Saptaarga. Dua saudaranya yang lain ialah Bambang Manudewa dan Dewi Sriyati.
Oleh Dewata, Sakutrem telah ditetapkan sebagai satria yang akan menurunkan Trah Witaradya (silsilah para raja). Karena saat mengandung dirinya, Dewi Retnowati telah makan buah Sumarwana ( buah sorga) yang berada di puncak pohon rukem di hutan Wanasaya yang dijaga oleh raksasa sakti bernama Satrutama.
Selain gemar bertapa, Sakutrem juga senang berburu dan mahir menggunakan senjata panah. Bersama Resi Manumayasa, ayahnya, ia menjadi jago kadewatan membinasakan Prabu
Kalimantara, Arya Dadali dan Arya Sarotama, raksasa-raksasa dari negara Nusahantara. Karena jasanya kepada Dewa dan Suralaya, oleh Bathara Guru, Sakutrem  diberi kehormatan gelar Bathara Darma, yang m empunyai arti ; berkorban untuk Dewa dan Keluhuran. Ia juga seorang yang menyebabkan mulai timbulnya pusaka-pusaka Keprabon ( Keprabu - an) dimasa datang.
Sakutrem menikah dengan Dewi Nilawati, putri Prabu Nilantaka raja negara Pujangkara, dan memperoleh seorang putra bernama Bambang Sakri. Setelah usia lanjut, Sakutrem menyerahkan Padepokan Retawu kepada Bambang Sakri. Ia kemudian tinggal di pertapaan Girisarangan (Gunung cadas/karang), salah satu dari tujuh puncak gunung Saptaarga.
Sakutrem meninggal dalam usia sangat lanjut, jenasahnya dimakamkan di pertapaan Girisarangan.

SAKUNI

10.49 Add Comment


ARYA SAKUNI yang waktu mudanya bernama Trigantalpati adalah putra kedua Prabu Gandara, raja negara Gandaradesa dengan permaisuri Dewi Gandini. Ia mempunyai tiga orang saudara kandung masing-masing bernama Dewi Gandari, Arya Surabasata dan Arya Gajaksa.
Arya Sakuni menikah dengan Dewi Sukesti, putri Prabu Keswara raja negara Plasajenar. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh tiga orang putra bernama ; Arya Antisura/Arya Surakesti, Arya Surabasa dan Dewi Antiwati yang kemudian diperistri Arya Udawa, patih negara Dwarawati.
Sakuni mempunyai sifat perwatakan ; tangkas, pandai bicara, buruk hati, dengki dan licik. Ia bukan saja ahli dalam siasat dan tata pemerintahan serta ketatanegaraan, tetapi juga mahir dalam olah keprajuritan. Sakuni mempunyai pusaka berwujud Cis (Tombak pendek untuk memerintah gajah) yang mempunyai khasiat dapat menimbulkan air bila ditancapkan ke tanah.
Dalam perang Bharatayuda, Sakuni diangkat menjadi Senapati Agung Kurawa setelah gugurnya Prabu Salya, raja negara Mandaraka. Ia mati dengan sangat menyedihkan di tangan Bima. Tubuhnya dikuliti dan kulitnya diberikan kepada Dewi Kunti untuk melunasi sumpahnya. Mayat Sakuni kemudian dihancurkan dengan gada Rujakpala.
SAKSADEWA

SAKSADEWA

10.47 Add Comment
SAKSADEWA atau Yaksadewa adalah putra Prabu Rahwana/Dasamuka raja negara Alengka dengan permaisuri Dewi Satiwati. Ia mempunyai beberapa orang saudara seayah lain ibu masing-masing bernama ; Indrajid/Megananda, putra Dewi Tari, Pratalamariyam, putra Dewi Urangayung, Trisirah putra Dewi Tisnawati, Trimurda putra Dewi Wiraksi serta saudara kembar Trikaya dan Trimuka putra Dewi Wisandi.
Selain sakti, Saksadewa mempunyai pusaka panah sakti bernama Candrasa. Ia juga mempunyai kereta perang yang ditarik singa dan dapat terbang, pemberian Bathara Brahma.
Ketika Anoman mengamuk dan merusak Taman Hargasoka setelah berhasil menemui Dewi Sinta dan menyerahkan cincin Prabu Rama, Saksadewa diperintahkan Prabu Dasamuka untuk menangkap Anoman. Perang seru terjadi,. Kereta perang Saksadewa dapat dihancurkan Anoman, Yaksadewa sendiri akhirnya tewas dalam pertempuran melawan Anoman. Tubuhnya hancur dihantam batang pohon nagasari.

SAKRI

10.44 Add Comment


Bambang SAKRI adalah putra tunggal Resi Sakutrem dengan Dewi Nilawati, dari pertapaan Retawu, puncak gunung Saptaarga. Ia lahir bertepatan dengan terjadinya telaga di gunung tersebut yang kemudian dikenal dengan nama Telaga Retawu.
Bambang Sakri sangat gemar bertapa dan berburu, Ia sangat sakti dan mahir mempergunakan senjata panah. Bambang Sakri menikah dengan Dewi Sati, putri Prabu Partawijaya, raja negara Tabelasuket. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Palasara.
Oleh ayahnya, diserahi padepokan Retawu, Resi Sakutrem kemudian menetap di pertapaan Girisarangan. Setelah Palasara dewasa, padepokan Retawu oleh Resi Sakri diserahkan kepada Palasara. Ia kemudian menetap di pertapaan Argacandi ( gunung yang wingit/angker ), salah satu dari tujuh puncak gunung Saptaarga.
Bambang Sakri banyak berjasa pada Dewata dan Suralaya. Karena itu ia mendapat anugrah gelar  Bathara. I a meninggal dalam usia lanjut. Jenasahnya dimakamkan di pertapaan Argacandi.

SAKIPU

10.41 Add Comment

DITYA SAKIPU atau sering pula disebut Kasipu, adalah patih negara Tasikwaja, atau sering pula disebut negara Gilingwesi di bawah pemerintahan raja Prabu Pracona. Meski bertubuh agak pendek untuk golongan raksasa, Sakipu sangat sakti. Berwatak gagah berani, bengis dan kejam.
Sakipu pergi ke Suralaya melaksanakan perintah Prabu Pracona untuk melamar Dewi Gagarmayang. Lamarannya ditolak Bathara Guru karena melanggar kodrat hidup. Sakipu marah dan mengamuk. Suralaya geger, para Dewa cemas dan ketakutan karena tidak satupun yang dapat mengalahkan Sakipu, lebih - lebih setelah Prabu Pracona juga menyusul dan ikut mengamuk di Suralaya.
Bathara Guru mencari sarana. Bambang Tetuko/Gatotkaca, putra Dewi Arimbi dari negara Pringgandani dengan Bima/Werkudara yang belum berumur sepekan, dipinjam ke Suralaya sebagai jagoan melawan Sakipu dan Prabu Pracona.
Patih Sakipu dan Prabu Pracona akhirnya tewas di tangan Bambang Tetuko yang sebelumnya telah di gembleng, dimasukan ke dalam kawah Candradimuka, diaduk dengan sedala macam senjata milik para Dewa.

SAGUPI

10.38 Add Comment


KEN SAGUPI yang waktu mudanya bernama Yasuda, adalah seorang swarawati keraton Mandura. Selain suaranya sangat merdu. Ia berwajah cantik dan merakati/menarik hati. Sikap dan polahnya serba luwes, sabar dan memiliki tabiat senang menyenangkan hati orang lain.
Dengan hati ikhlas, Ken Sagupi menerima keputusan Prabu Basudewa untuk dinikahkan dengan Antagopa, perjaka tua yang tidak bisa punya keturunan, anak Buyut Gupala pemelihara kebuyutan Widarakanda/Widarakandang. Secara tidak resmi, Ken Sagupi diperistri oleh tiga orang satria Mandura, yaitu kakak beradik, Arya Basudewa, Arya prabu Rukma dan Arya Ugrasena. Dari hubungan suami-isteri itu, Ken Sagupi memperoleh empat orang putra. Dengan Arya Basudewa ia berputra Arya Udawa, dengan Arya Prabu Rukma berputra Dewi Rarasati/larasati, sedang dengan Arya Ugrasena, Ken Sagupi berputra dua orang, Arya Pragota dan Arya Adimanggala.
Selain pandai mengurus dan mengatur rumah tangga, Ken Sagupi juga pandai mengasuh dan mendidik anak. Karena itu ia dipercaya mengasuh Kakrasana, Narayana dan Dewi Sumbadra, putra-putri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Mahendra dan Dewi Badrahini.
Ken Sagupi hidup bahagia sampai hari tua. Ia disayang dan sangat dihormati oleh putra-putri asuhnya yang semuanya menjadi orang-orang terhormat.
SAGOTRA

SAGOTRA

10.36 Add Comment
KI SAGOTRA adalah seorang hartawan di dukuh Kebayan. Ia kawin dengan Rara Winihan, anak ketua dukuh tersebut. Bertahun-tahun menjadi suami- istri, tetapi Rara Winhan belum mau juga melayani kasih sayangnya.
Dikisahkan, Pandawa yang selamat dari pembakaran Balai Sigala-gala dalam pengembaraannya sampai di dukuh tersebut. Arjuna yang sedang mencari makanan untuk Nakula dan Sadewa, tiba di tepi sendang dimana Rara Winihan sedang mengambil air sambil duduk membelakangi arah Arjuna datang. Arjuna ingin bertanya dukuh yang dilihatnya itu, kemudian menggamit Rara Winihan pada punggungnya. Rara Winihan terperanjat dan terus berlari pulang kembali ke rumahnya. Arjuna menguntitnya.
Setiba di tempat kediamannya, Ki Sagotra sedang duduk. Ia melihat istrinya berlarilari dan menyongsongnya. Dengan tak sadar Rara Winihan memeluk Ki Sagotra dengan erat sambil berteiak-teriak minta agar Sagotra membunuh orang yang mengejarnya. Ki Sagotra membelainya dan berjanji akan menghadapi orang yang tanpa sopan-santun itu. Tidak lama datanglah Arjuna. Rara.Winihan menunjuk Arjuna bahwa itulah orang yang dimaksud. Setelah tanya jawab, Rara Winihan disuruh menanak nasi dan lauk pauknya. Di pendapa Arjuna menuturkan kisah pengembaraannya dan Sagotra menyampaikan rasa terimakasihnya yang besar karena Arjuna telah dapat menciptakan kasih sayang suami-istri yang sejak kawin sampai saat itu belum pernah dirasakannya. 
Kisah selanjutnya, kepada Ajuna dan keluarga Pandawa, Ki Sagotra berjanji : Bilamana terjadi perang besar antara Pandawa lawan Kurawa, ia sanggup membantu dengan biaya dan makan. Setelah Baratayuda meledak, Sagotra pergi ke Kurusetra untuk menetapi janjinya. Tetapi di tengah jalan ia bertemu dengan Kurawa. Akhirnya Sagotra mati dibunuh Dursasana. Kisah lain, Sagiotra yang bersedia menjadi tawur Pandawa, ketika datang ke Kuursestra nyasar ke perkemahan Kurawa. Ia kemudian dipaksa menjadi tawur Kurawa, dan dibunuh oleh Dursasana. Sukma Sagiotra bejanji akan membalas Dursasana.

SAHADEWA

10.28 Add Comment

SAHADEWA atau Sadewa yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Tangsen (=buah dari tumbuh–tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan dan dipakai untuk obat) adalah putra ke-lima/bungsu Prabu Pandudewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati dari negara Mandaraka. Ia lahir kembar bersama kakanya, Nakula. Sadewa juga mempunyai tiga orang saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura, bernama; Puntadewa, Bima/Werkundara dan Arjuna.
Sadewa adalah titisan Bathara Aswin, Dewa Tabib. Ia sangat mahir dalam ilmu kasidan (Jawa)/seorang mistikus. Mahir menunggang kuda dan mahir menggunakan senjata panah dan lembing. Selain sangat sakti, Sadewa juga memiliki Aji Purnamajati pemberian Ditya Sapulebu, Senapati negara Mretani yang berkhasiat; dapat mengerti dan mengingat dengan jelas pada semua peristiwa. Sadewa mempunyai watak jujur, setia, taat, belas kasih, tahu membalas guna dan dapat menyimpan rahasia. Ia tinggal di kesatrian Bawenatalun/Bumiretawu, wilayah negara Amarta. Sahadewa menikah dengan Dewi Srengginiwati, adik Dewi Srengganawati (Isteri Nakula), putri Resi Badawanganala, kura-kura raksasa yang tinggal di sungai/narmada Wailu (menurut Purwacarita, Badawanangala dikenal sebagai raja negara Gisiksamodra/Ekapratala). Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra bernama Bambang Widapaksa/ Sidapaksa). 
Setelah selesai perang Bharatayuda, Sedewa menjadi patih negara Astina mendampingi Prabu Kalimataya/Prabu Yudhistrira. Akhir riwayatnya di ceritakan, Sahadewa mati moksa bersama ke empat saudaranya.

SADANA

10.23 Add Comment

RADEN SADANA adalah putra ke-dua dari empat bersaudara putra Prabu Sri Mahapunggung, raja negara Medangkamulan dengan Dewi Danawati. Prabu Sri Mahapunggung adalah nama gelar Bathara Srigati, putra Sanghyang Wisnu dengan Dewi Sri Sekar/Sri Widowati yang turun ke Arcapada untuk menjaga kelestarian dunia. Tiga saudara kandungnya yang lain adfalah, Dewi Sri, Wandu dan Oya.
Raden Sadana berwajah sangat tampan, dan memiliki sifat perwatakan: murah hati, baik budi, sabar dan bijaksana. Bersama kakaknya, Dewi Sri, ia dikenal sebagai Dewa lambang kemakmuran hasil bumi. Sadana dikenal sebagai Dewa umbi-umbian, kentang, sayur-sayuran dan buah-buhanan, sedangkan Dewi Sri sebagai Dewa Padi. Oleh karena itu mereka tidak pernah dipisahkan.
Dalam  lakon Sri Sadana diceritakan,  bahwa Sadana meloloskan diri pergi dari  negara Medangkamulan karena dimarahi oleh ayahnya. Dewi Sri setelah mengetahui kepergian adiknya, lalu pergi mencarinya. Setelah melalui berbagai rintangan dan pengalaman pahit karena dalam perjalanan bertemu dengan raksasa
Kalagumarang/Karungkala yang terus menerus mengejarnya. Setelah selamat dari nafsu jahat Karungkala, akhirnya Dewi Sri dapat bertemu kembali dengan Sadana sebagai Dewa Hasil Bumi, Sadana dan kakaknya, Dewi Sri diyakini hidup sampai akhir jaman, sebab mempunyai tugas memberikan kemakmuran kepada masyarakat. 

RUPAKENCA

10.17 Add Comment

RUPAKENCA atau Upakenca (Mahabharta) adalah putra angkat Resi Palasara, dari padepokan Retawu, dengan Dewi Durgandini, putri Prabu Basukesti raja negara Wirata. Ia tercipta dari kemudi perahu yang pecah terbentur batu besar, yang digunakan Resi Palasara dan Dewi Durgandini menyeberangi sungai Gangga. Rupakenca terjadi berbarengan dengan saudaranya yang lain, bernama; Rajamala, Kencaka/Kencakarupa, Setatama, Gandawanadan Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati.
Rupakenca juga mempunyai tiga orang saudara angkat lainnya, bernama; Bagawan Abiyasa, putra Resi Palasara dengan Dewi Durgandini, Citragada dan Wicitrawirya, keduanya putra Dewi
Durgandini dengan Prabu Santanu, raja negara Astina. Rupakenca berwatak tinggi hati, sombong, keras kepala dan mau menangnya sendiri.
Sangat sakti dan mahir dalam olah keprajuritan mempergunakan senjata gada dan lembing.
Akhir riwayatnya diceritakan, Rupakenca tewas dalam peperangan melawan Bilawa/Bima karena bersama saudaranya Kencakarupa, Setatama dan Gandawana melakukan pemberontakan untuk mengulingkan kekuasaan raja Wirata, Prabu Matswapati.

RUKMINI

10.12 Add Comment


DEWI RUKMINI adalah putri sulung Prabu Bismaka / Arya Prabu Rukma, raja negara Kumbina dengan permaisuri Dewi Rumbini. Ia mempunyai adik kandung bernama Arya Rukmana dan saudara lain ibu bernama Dewi Rarasati/Dewi Larasati putri Arya Prabu Rukma dengan Ken Sagupi seorang swarawati keraton Mandura.
Dewi Rukmini menikah dengan saudara sepupunya, Narayana, putra Prabu Basudewa raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra/Maerah (Jawa). Setelah Narayana berhasil merebut negara Dwarawati dari kekuasaan Prabu Narasinga, dan menobatkan diri sebagai raja Dwarawati bergelar Prabu Sri Bathara Kresna, Dewi Rukmini diangkat menjadi permaisuri. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh 3 (tiga) orang putra masing-masing
bernama: Saranadewa (berwujud raksasa), Partadewa dan Dewi Titisari/Sitisari, yang setelah dewasa menjadi isteri Bambang Irawan, putra Arjuna dengan Dewi Ulupi/Palupi.
Dewi Rukmini berwatak : penuh belas kasih, sabar, setia dan jatmika (selalu dengan sopan santun). Ia meningal dalam usia lanjut. Setelah Prabu Kresna mati moksa, ia bersama isteri Prabu Kresna yang lain, terjun ke dalam Pancaka (api pembakaran jenazah), bela pati menyusul suaminya kembali ke Nirwana.

RUKMARATA

10.08 Add Comment

BAMBANG RUKMARATA adalah putra bungsu Prabu Salya, raja negara Mandaraka dengan Permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati, putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah. Ia mempunyai empat orang saudara kandung, yaitu; Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati dan Arya Burisrawa.
Rukmarata mempunyai sifat dan perwatakan; halus, tenang, cerdik pandai, hatinya keras dan sedikit suka usil. Ia tewas di hantam gada Kyai Pecatnyawa oleh Resi Seta, putra Prabu Matswapati dari negara Wirata, pada awal perang Bharatayuda akibat dari keusilannya, memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran.

RUKMAKA dan RUKMAKALA

10.06 Add Comment


RUKMAKA dan RUKMAKALA adalah raksasa penjelamaan Bathara Indra dan Bathara Bayu. Kedua raksasa ini hanya tampil dalam lakon ―De waruc i‖ yait u k is ah t ent ang perjuangan B im a dalam upaya mencari Tirta Amrta (air kehidiupan) atau Prawitasari atas perintah gurunya, Resi Drona.
Rukmaka dan Rukmakala bertempat tinggal dii gunung Reksamuka dengan maksud menghadanh Bima untuk memberiitahukan, bahwa Tirta Amrta yang ditunjukkan oleh Resi Drona tidak berada di gunung Reksamuka. Bima yang merasa dihalang-halangi usahanya menjad marah, maka terjadilah peperangan melawan kedua raksasa tersebut. Rukmaka dan Rukmakala baru bisa dikalahkan Bima setelah kepala mereka saling dibenturkan atau diadu kumba. Matilah kedua raksasa itu dan jasadnya kembali menjelma sebagai Bathara Indra dan Bathara Bayu.  Kepada Bima, kedua dewa itu kemudian memberikan fatwa-fatwa dan petunjukpetunjuk mengenai kebenaran yang sangat berguna bagi Bima. Kepada Bima kedua dewa itu juga menjelaskan bahwa perintah Resi Drona adalah tidak menyesatkan karena sesungguhnya Tirta Amta tidak ada di dunia. 
RUDRA

RUDRA

10.03 Add Comment
SANGHYANG RUDRA adalah putra ketiga Sanghyang Tunggal dengan Dewi Dremani. Ia mempunyai dua orang kakak kandung masing-masing bernama ; Bathari Darmastuti dan Bathara Dewanjali. Sanghyang Rudra juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Sanghyang Tunggal dengan Dewi Rekatawati, masing - masing bernama : Sanghyang Antaga, Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya.
Sanghyang Rudra mendapat julukan sebagai Dewa Angkara karena sifat dan perwatakannya yang keras hati dan cepat marah. Karena sifat dan perwatakannya itulah Sanghyang Rudra sering turun ke Arcapada, menjelma sebagai raksasa dan melakukan perkawinan gandarwa dengan para raseksi yang kemudian melahirkan para raksasa sakti karena mendapat ilmu kesaktian darinya. Karena itulah dikalangan golongan raksasa, Sanghyang Rudra dianggap sebagai dewa kebajikan, karena kepada raksasa yang bertapa memujanya Sanghyang Rudra tidak segan-segan memberikan berbagai ilmu kesaktian dan senjata pamungkas.
Untuk melampiaskan nafsu angkaranya, beberapa kali Sanghyang Rudra turun ke arcpada menitis pada raja raksasa. Pada jaman Lokapala ia pernah menitis pada Prabu Hiranyakasipu, raja Alengka dan pada Saksadewa, putra Rahwana. Pada jaman Mahabharata, Sanghyang Rudra pernah menitis pada Prabu Nilarudraka, raja raksasa negara Tanjung Parang yang menyerang kahyangan dan akhirnya tewas dalam peperangan melawan Ganesa, manusia berkepala gajah, putra Bhatara Guru dengan Dewi Uma. 
RETNA KASIMPAR

RETNA KASIMPAR

10.02 Add Comment
DEWI RETNA KASIMPAR adalah putri Prabu Jayaindra, raja negara Tasikmadu dengan permaisuri Dewi Retnawati. Ia mempunyai saudara lain ibu bernama Dewi Retnajuwita, putri prabu Jayaindra dengan Dewi Ceklatoma.
Dewi Retna Kasimpar merupakan satu-satunya wanita di dunia yang memiliki gajah putih dan sekaligus menjadi pawangnya. Gajah putih berpawang wanita/putri ini pernah menjadi persyaratan Dewi Banowati, putri ketiga Prabu Salya dengan Dewi Pujawati/Setyawati dari negara Mandaraka, untuk dapat menerima pinangan Prabu Duryudana, raja negara Astina. Arjuna yang dimintai bantuan oleh keluarga kurawa, berhasil mendapatkan Dewi Retna Kasimpar dan gajah putihnya, setelah lebih dulu mengalahkan Prabu Kurandageni, raja negara Tirtakandasan yang ingin memperistri Dewi Retna Kasimpar.
Dewi Retna Kasimpar kemudian menjadi isteri Arjuna. Dari perkawinan tersebut ia tidak mempunyai putra.

RESI PADMANABA

09.43 Add Comment

Resi Padmanaba adalah titisan dari Wisnu Anjali. Wisnu Anjali adalah kerabat Sanghyang Wisnu yang berkewajiban membina kesejahteraan di dalam lingkungan para pendeta. Ia lebih banyak tinggal di arcapada, menjelma sebagai brahmana atau satria mendamping penjelmaan Sanghyang Wisnu dalam melaksanakan tugas menjaga ketentaraman dan kesejahteraan dunia. Pada jaman Lokapala (sebelum jaman Ramayana), Wisnu Anjali menitis pada Resi Supadma, ayah Resi Wisrawa atau kakek Rahwana di pertapaan Girijembatan. Tugasnya memberi ajaran kebajikan di kalangan para raksasa yang waktu itu menjadi penduduk terbesar di wilayah Lokapala dan Alengka. Pada jaman Ramayana, Wisnu Anjali menjelma sebagai Resi Sutikna di pertapaan Kutarunggu/Citrakuta untuk menyampaikan ajaran ilmu Asthabrata yang berisikan delapan ajaran kepemimpinan yang bersumber dari derlapan unsur alam kepada Ramawijaya. Ia kemudian manuksma dan bersatu dengan Arya Wibisana, putra Bagawan Wisrawa dengan Dewi Sukesi, dan saudara muda Prabu Rahwana, raja Alengka. 
Resi Padmanaba dari pertapaan Untarayana menjadi guru Arjuna dan Narayana/Sri Kresna. Setelah memeberikan bunga Wijayakusuma dan senjata Cakra kepada Narayana, Resi Padmanaba kemudian manukswa dan bersatu dengan diri Sri Kresna. Beberapa tahun kemudian, Wisnu Anjali sejiwa dan manuksma di dalam diri Resi Kesawasidi di gunung Kutarunggu, untuk memberikan wejangan ajaran ilmu Asthabrata kepada Arjuna.

RENUKA

09.36 Add Comment


DEWI RENUKA adalah putri Prabu Prasnajid. Ia menikah dengan Prabu Jamadagni, raja negara Kanyakawaya, putra brahmana Ricika dengan Dewi Setyawati. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra lelaki, dan putra bungsunya bernama Ramaparasu.
Ketika Prabu Jamadagni memutuskan untuk hidup sebagai brahmana, Dewi Renuka dan kelima putranya ikut boyong ke pertapaan Dewasana. Mereka hidup dalam kebahagiaan sampai suatu peristiwa sedih melanda kehidupan mereka. Suatu ketika Dewi Renuka tergiur oleh ketampanan Prabu Citarata dan mereka melakukan perkawinan gandarwa (perselingkuhan seksual). Perbuatan terkutuk itu diketahui Resi Jamadagni, yang kemudian menyuruh Ramaparasu untuk membunuh Dewi Renuka, sebagai upaya penebusan dosa. Tapi
kemudian Dewi Renuka dihidupkan kembali oleh Resi Jamadagni atas permintaan Ramaparasu. Dewi Renuka kembali hidup bahagia bersama suami dan kelima putranya sampai suatu malapetaka menimpa kebahagiaan mereka. Pertapaan Dewasana diserbu balatentara Prabu Hehaya, dan Resi Jamadagni gugur dalam peperangan. Kesedihan Dewi Renuka pun semakin bertambah, ketika Ramaparasu pergi meninggalkan pertapaan Dewasana, menggembara untuk melaksanakan sumpahnya yang akan membunuh semua satria yang dijumpainya. Akhir riwayat Dewi Renuka diceritakan, ia meninggal dalam kesedihan setelah satu persatu dari ke empat putranya meninggal dunia.
REKATAWATI

REKATAWATI

09.32 Add Comment
DEWI REKATAWATI dikenal pula dengan nama Dewi Rakti atau Dewi Wirandi. Ia adalah putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, berwujud ketam/yuyu, raja negara Samodralaya. Oleh Sanghyang Wenang, Dewi Rekatawati dinikahkan dengan Sanghyang Tunggal putra Sanghyang Wenang dengan Dewi Sahoti.
Karena Sanghyang Tunggal berwujud "akyan" (makluk halus) maka yang lahir dari kandungannya berwujud sebutir telur, terbang melayang-layang yang setelah ditangkap oleh Sanghyang Tunggal pecah berubah wujud menjadi tiga orang anak kembar. Sama-sama tampan, cakap dan memancarkan cahaya keagungan. Oleh Sanghyang Tunggal ketiga putranya tersebut masing-masing diberi nama : Sanghyang Tejamaya/Antaga (terjadi dari kulit telur), Sanghyang Ismaya (terjadi dari putih telur) dan Sanghyang Manikmaya (terjadi dari kuning telur).
Karena berwujud badan rokhani, hidup Dewi Rekatawati bersifat abadi. Ia bersemayam di kahyangan Alangalangkumitir.
RAWATMAJA

RAWATMAJA

09.31 Add Comment
RESI RAWATMAJA adalah brahmana tua dari pertapaan Puncakmolah yang terletak di hutan Dandaka. Ia bersahabat baik dengan Garuda Sempati, putra Resi Bisrawa.
Resi Rawatmaja adalah brahmana wadat/tidak bersentuhan dengan lain jenis. Tapi untuk melaksanakan dharma, ia bersedia melakasanakan perintah Bhatara Narada untuk memperistri Dewi Kusalya, putri Prabu Banaputra raja negara Ayodya, yang sedang menderita penyakit lumpuh. Perkawinannya dengan Dewi Kusalya hanyalah sebagai perantara untuk dapat mempertemukan Dewi Kusalya dengan Dasarata. Oleh Dewata, Dasarata yang saat itu sedang berguru pada Resi Yogiswara di pertapaan Yogisrama telah ditetapkan menjadi suami yang sesungguhnya dari Dewi Kusalya.
Dengan air mukjizat Mayamahadi pemberian Bathara Narada, Resi Rawatmaja berhasil menyembuhkan penyakit Dewi Kusalya dan berhak menjadi suaminya sesuai bunyi sayembara. Tapi belum usai pesta perkawinan, negara Ayodya telah diserang Prabu Dasamuka, raja negara Alengka. Resi Rawatmaja yang berusaha melindungi Dewi Kusalya, dan membawanya lari ke pertapaan Puncakmolah, tewas dalam pertempuran melawan Prabu Dasamuka. Namun sebelum menemui ajalnya. Resi Rawatmaja masih sempat memberitahu Dewi Kusalya, bahwa suami yang sesungguhnya benama Dasarata dan kini berada di pertapaan Yogisrama menjadi murid Resi Yogiswara.