Pengasihan dengan Metode Makanan

Pengasihan dengan Metode Makanan

07.51 Add Comment
Untuk menarik cinta seseorang itu sangat banyak yang dapat dijadikan sarana, banyak jalan menuju cinta. Diantaranya adalah melalui makanan yang dihidangkan.
Berkat dengan ke izinan Allah SWT, maka sidia akan memberi tanggapan positif lalu jatuh cinta kepada anda. Berikut ini cara yang harus dilakukan sebelum makanan dihidangkan pada pujaan hati:

-Bacalah basmalah sebanyak 133 x
-Baca Ayat berikut ini:

“Farouhun waroihan wajannatunnaiim, faman syaa a dzakaruhu fi shuhufin mukarromatin marfuu’atin muthohharotin bi aidii safarotin kiromin baroroh, qul ingkuntum tuhibbunallaaha fattabi’unii yuhbibkumullaah wayaghfirlakum dzunuubakum wallahu ghofuururrohiim walahaulawalaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim”

Bacakan sebanyak 7x,kemudian hembuskan pada makanan yang di hidangkan pada orang yang
kita tuju.
Ilmu Liler Nabi Daud

Ilmu Liler Nabi Daud

06.41 Add Comment

Untuk menguasai ilmu Liler Nabi Daud, tidak susah yang, terpenting adalah keyakinan serta tekad yang bulat. Ilmu ini bisa diamalin oleh pria dan wanita.

Penguasaan ilmu Liler Nabi Daud, anda harus bersih raga dan rohani dengan berpuasa sunnah, dimulai dari hari kelahiran anda. Sebelum puasa, anda haruslah mandi keramas.

Adapun niat berpuasa adalah untuk mendapatkan ridho dan izin dari Allah dalam mendapatkan ilmu Liler Nabi Daud. Untuk menyempurnakan ilmu ini, puasa dilakukan selama 7 hari berturut-turut.

Pada puasa hari kedua dan seterusnya, bacakan ajian ilmu Liler Nabi Daud pada tengah malam sebanyak 7 kali. Pembacaan ajian tersebut dilakukan sambil membayangkan orang yang hendak dituju.

Adapun ajian Liler Nabi Daud adalah sebagai berikut :

Bismillahirrahmannirrahim

Sapati kumbang bandangung-dangung

Dangukan pulo suaraku

Sapati bayi laparkan susu

Tangihkan hati si........

Ketiko mandanga suaraku

Hilang raso, hilang sukmo

Tunduak hati, tunduak kasih si.......

Berkek aku memaki liler suara Nabi Daud

Ooo............simangat..........3x

Datang dan rindukan wajahku

hadir.....hadir......hadir..1x

Setelah berpuasa, anda dapat menggunakan ilmu Liler Nabi Daud. Pada saat berbicara langsung atau lewat telepon cukup dibaca 1x. Ajian dibacakan saat orang yang dituju sedang berbicara kepada anda. Setelah ajian dibaca hembuskan nafas dimulut secara perlahan ke arah orang tersebut atau ke telepon.

Agar lebih mudah digunakan, anda harus menghafal ajian tersebut. Sebagai informasi Ilmu Liler Nabi Daud dapat juga digunakan untuk agar disenangi dalam percakapan, atasan, sales yang menjual barang dagangan ataupun transaksi bisnis yang sering menggunakan telepon.


Pembuka Pintu Khasaf

Pembuka Pintu Khasaf

08.53 Add Comment
Khasaf merupakan tabir antara yang nampak dengan yang tidak nampak. Seandainya tabir ini telah terbuka, maka akan terlihatlah segala yang tersembunyi. Pintu Khasaf merupakan pintu penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar akan menuntun orang untuk memahami alam yang ada diluar dirinya seperti alam gaib yang menyimpan begitu banyak misteri yang hanya dengan ilmu Allah SWT sajalah yang akan terbuka rahasianya.

Setiap selesai Sholat Maghrib dan ketika hendak tidur, bacalah:
1. Surat Al-Fatihah 1x
2. Surat Al-Ikhlas 1x
3. Surat Al-Falaq 1x
4. Surat An-Naas 1x
5. Ayat Kursi 1x
6. Walau anna qur’anan suyyirat bihil jibalu au khuti’at bihin ardhu au kullima bihil mauta balillahil amru jamia. La haula wala quwwata illa billahi’aliyyil’adziim.
Semua bacaan diatas harus dibaca dalam satu satu tahanan nafas sambil dalam hati memohon kemurahan Allah SWT untuk membuka Pintu Khasaf.

Bila memang belum sanggup membaca bacaan di atas dalam satu nafas, cobalah pada tiga hari pertama mengamalkan bacaan 1 sampai 3 dalam satu tahanan nafas. Tiga hari berikutnya mengamalkan bacaan 1 sampai 4 dalam satu tahanan nafas. Tiga hari berikutnya mengamalkan bacaan 1 sampai 6 dalam satu tahanan nafas dan setelah itu mengamalkan keenam bacaan diatas dalm satu tahanan nafas.
Ramuan Untuk Mengobati Santet / Sihir

Ramuan Untuk Mengobati Santet / Sihir

08.49 Add Comment


1. Resep Pertama
Bahan-bahan : 1 buah Pisang Mas, Inggu, Jadam, Bawang Putih, Belerang/tanah Cempaka, Lumut pada Batu Nisan. Semua bahan digiling halus, lalu digosok pada bagian yang sakit sebanyak 2 x (dua kali) sehari. Lebih bagus pada malam hari!.

2. Resep Kedua
Bahan-bahan : 1 buah Jeruk Limau, Jadam, Inggu, Bawang Putih, Minyak Kelapa= 2-3 sdm.
Caranya : Jeruk Limau dibakar diatas bara api sampai hitam, lalu diperas untuk diambil airnya. Bahan Lain digiling halus, lalu dicampur dengan minyak kelapa dan air perasan jeruk limau. Lalu digosok merata pada bagian yang sakit.

3. Resep Ketiga
Bahan-bahannya : Inggu, Jadam Merah, Bawang Putih, Jeruk Purut, Akar pohon ara 3 potong, Minyak Kelapa = 2-3 sdm.
Caranya : Jeruk Purut dibakar , peras dan diambil airnya saja. Bahan Lain digiling halus, campur dengan minyak kelapa + air perasan Jeruk Purut tadi. Lalu digosok pada bagian yang sakit. Kerjakan 3 x (tiga kali) sehari.

4. Resep Keempat
Bahan-bahannya : Gula merah 1 biji, abu dapur sejumput, daun sirih hutan (sirih liar) 7 (tujuh) lembar, 1 (satu) butir Bawang Merah, satu butir Bawang Putih, Biji Timun 5 (lima) butir, Beras satu genggam, 1 kuning telur, ayam kampung.
Caranya : Semua bahan digiling halus dan campurkan dengan kuning telur tadi/ dikocok. Lalu digosok pada bagian badan yang sakit, atau gosok pada bagian perut, tulang belakang, dada dsb.
Bisa untuk jenis ilmu santet apapun asal si sakit menderita sakit pada bagian yang telah disebutkan.

5. Resep Kelima
Bahan-bahannya : Beras satu genggam, kulit Jeruk Purut 6 potong dibakar dulu hingga lembab, 1 butir bawang putih, kemenyan putih 1 ibu jari.
Caranya : Semua bahan digiling halus dan digosok merata pada bagian yang sakit.
'Pencerahan' Yvonne Ridley bagi Para Wartawan Non Muslim di Denmark

'Pencerahan' Yvonne Ridley bagi Para Wartawan Non Muslim di Denmark

05.03 Add Comment
Aktifis Muslim di Denmark bersama dengan wartawan asal Inggris yang kini menjadi Muslimah, Yvonne Ridley akan menggelar konferensi satu hari bagi para wartawan Denmark pada bulan Maret mendatang. Fadel Sulaiman, Ketua Bridges Foundation, lembaga yang menyelenggarakan konferensi itu mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang sebenarnya tentang Islam, yang selama ini selalu diabaikan dan dicitrakan sangat buruk oleh media-media massa Barat selain memberikan dukungan bagi warga minoritas Muslim di Denmark.

Sulaiman mengatakan, baru-baru ini Islam dan umat Islam kembali dihinakan dengan dimuatnya kartun Nabi Muhammad di Jylland-Posten, harian terbesar di Denmark. "Kartun-kartun itu sangat buruk, nampaknya seseorang sedang berupaya untuk memprovokasi komunitas Muslim dan para pemudanya untuk melakukan sesuatu yang jelek," kata Sulaiman. Kasus pemuatan kartun ini jugalah yang melatarbelakangi perlunya 'pencerahan' bagi para wartawan di Denmark tentang agama Islam dan umat Islam.

Sementara itu, Yvonne Ridley pada Islamonline mengatakan, setelah masuk Islam ia merasa lebih tertantang ketika harus menerbitkan hasil kerja jurnalistiknya yang berkaitan dengan Islam dan umat Islam. Menurutnya, konferensi bulan Maret nanti akan menjadi titik balik, jika konferensi itu sukses menyadarkan para jurnalis non Muslim agar memberitakan soal Islam dan umat Islam secara obyektif. "Ini akan menjadi awal sesuatu yang besar," katanya.

Ridley adalah wartawati asal Inggris yang pada tahun 2002 ditawan Taliban di Afghanistan. Setelah dibebaskan para tawanannya, wartawati yang mendapatkan penghargaan atas hasil kerja jurnalistiknya ini memilih menjadi seorang Muslimah.

Dalam konferensi nanti, Ridley akan memberikan ceramah jurnalistik tentang kebebasan berbicara, hal yang menurutnya 'diperketat pada saat ini.'

"Sebagai seorang jurnalis profesional, saya punya tanggung jawab pada diri saya sendiri dan profesi saya untuk mengirformasikan diri dan menulis dengan otoritas yang saya miliki. Saya muak membaca, misalnya, di media-media barat yang menulis bahwa para pelaku bom syahid mencukur bulu-bulu di tubuhnya sebelum mereka melakukan serangan bom itu," ujar Ridley.

Di sisi lain, Ridley juga menyayangkan cara sebagian besar umat Islam memandang jurnalisme. Di negara-negara Muslim, kata Ridley, banyak yang memandang wartawansebagai perpanjangan tangan dari propaganda pemerintah dan gampang disuap. "Komunitas Muslim cenderung menjaga jarak dengan para jurnalis dan media. Padahal media adalah alat yang memiliki kekuatan dan kita, Muslim, harus belajar untuk memanfaatkannya," sambung Ridley.

"Apa yang lebih mulia dari pada memberikan infomasi dan mendidik masyarakat tentang kebenaran," katanya lagi setengah bertanya.

Ridley memuji beberapa jurnalis Arab, seperti mereka yang bekerja di Al-Jazeera atas keberanian mereka meliput dari lokasi-lokasi 'panas.' "Saya salut dengan semangat para jurnalis yang pergi ke area dimana para jurnalis Barat tidak mau pergi ke area tersebut. Beberapa tahun belakangan ini, merupakan tahun-tahun melelahkan bagi para jurnalis." kata Ridley yang sekarang menjadi tempat meminta nasehat bagi rekan-rekannya yang ingin melakukan liputan tentang Islam dan umat Islam.

Yvonne Ridley, yang dulu pernah bekerja di Aljazeera kini menjadi editor bidang politik di stasiun televisi Islam Channel dan menggarap program isu-isu aktual dan kontroversial. Ia sudah banyak berkunjung ke negara-negara Islam seperti Afghanistan, Pakistan, Yordania, Bahrain, Qatar, Mesir, Indonesia, Brunei, Irak dan Palestina.

Ridley menegaskan pentingnya membedakan antara Islam dan umat Islam. "Islam sempurna, tapi tidak semua umat Islam sempurna," katanya. (ln/iol)
Swaramuslim.net
Lebaran Pertama Mualaf Atmayardi Lukman (Lie Soe Kong)

Lebaran Pertama Mualaf Atmayardi Lukman (Lie Soe Kong)

05.00 Add Comment
Atmayardi Lukman (Lie Soe Kong)di kediamannya.
Seorang pemuda warga keturunan Tionghoa yang menjadi mualaf merayakan Lebaran untuk pertama kali. Keluarga yang menganut kepercayaan Kong Hu Cu ternyata mendukung penuh pilihannya.

Jakarta: Kalau bagi kebanyakan orang perbedaan agama dalam satu keluarga sulit diterima, tidak demikian dengan keluarga Atmayardi Lukman. Pria yang setahun belakangan memeluk agama Islam ini tetap memiliki hubungan yang hangat dengan anggota keluarga lainnya yang masih menganut kepercayaan Kong Hu Cu. Sejak Didik --demikian dia biasa disapa-- berpindah keyakinan, hubungan di dalam keluarga bahkan makin hangat. :video :sound

Didik yang sebelumnya memiliki nama Lie Soe Kong ini mengaku banyak mendapatkan pengetahuan mengenai Islam dari teman-teman di lingkungan kampusnya. Satu tahun lamanya dia terus mencari kebenaran yang ada dalam Islam dengan berbagai cara. Mulai dari diskusi, membaca tafsir dan literatur Islam, akhirnya Didik memantapkan diri untuk memilih Islam sebagai pegangan hidupnya.

Namun, di awal-awal menjadi mualaf, Didik selalu beribadah secara sembunyi-sembunyi. Ketika itu dia masih merasa sungkan untuk mengakui statusnya sebagai muslim kepada nenek dan pamannya. Seiring berjalannya waktu, keluarga akhirnya megetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata, tidak ada yang mempermasalahkan beda keimanan Didik dengan yang mereka anut. "Kalau memang itu yang terbaik buat dia, kenapa tidak," ujar sang paman yang bernama Agung.

Ramadan tahun ini adalah kali pertama bagi Didik menjalankan ibadah puasa. Begitu juga dengan Hari Raya Idul Fitri kemarin, bersama dengan umat muslim lainnya Didik mengikuti salat Id. "Setelah sebulan berpuasa dan kemudian menunaikan salat Id bersama-sama umat muslim lain, bagi saya sangat membahagiakan," aku Didik dengan nada haru, usai melaksanakan salat Id di Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta Pusat, kemarin.

Kini, hilang sudah keraguan dalam diri Didik akan halangan-halangan yang akan dia temui setelah memeluk Islam. Bagi pemuda ini, penerimaan yang diperlihatkan lingkungan terdekatnya semakin mempertebal keyakinan terhadap Islam. Setiap kali melaksanakan salat lima waktu, tidak kurang-kurangnya ucapan syukur dia panjatkan atas pencerahan serta rahmat yang diturunkan Allah padanya.(ADO/Dora Multa Sari dan Satya Pandia/Liputan6.com)
Swaramuslim.net
Merry: Kehadiran Calon Anak, Melengkapi Kebahagiaan Puasa Pertamanya Sebagai Mualaf

Merry: Kehadiran Calon Anak, Melengkapi Kebahagiaan Puasa Pertamanya Sebagai Mualaf

04.57 Add Comment
Tinggal dilingkungan yang mayoritas muslim, membuat Merry (30 tahun) terbiasa menjalankan puasa sejak kecil, walaupun masih beragama Kristen. Namun puasa yang dijalankannya pada saat itu hanya sekedar ikut-ikutan dengan anggota keluarga lainnya.

"Sejak kecil aku dan kakakku tinggal bersama Kakak Mama (tante) yang seluruh keluarganya beragama Islam, sehingga setiap Ramadhan tiba aku mengikuti mereka berpuasa," katanya membuka perbincangan dengan eramuslim, saat ditemui dalam acara buka puasa bersama para mualaf di Kawasan Bekasi.

Merry mengaku sejak dua tahun lalu, dirinya sudah menjalankan puasa secara penuh. Ketika itu ia belum mengukuhkan diri sebagi muslim, ibadah puasanya terasa belum lengkap dari segi niatnya.

Sambil tertawa penuh bahagia Merry mengatakan, ibadah puasanya di tahun pertama menjadi mualaf saat ini, dengan sangat terpaksa tidak dapat dilanjutkannya setelah memasuki tiga hari puasa. Sebab dokter menyatakan ia positif hamil anak pertama. Atas berbagai pertimbangan, dokter tidak mengizinkannya melanjutkan puasa dikarenakan kondisinya yang lemah.

"Puasa ditahun pertama jadi mualaf, berhutang lagi. Sebab baru tiga puasa, ketahuan hamil. Karena kondisi saya bertambah lemah, oleh dokter tidak diperbolehkan puasa dulu," tuturnya yang resmi menjadi mualaf pada bulan Februari 2005.

Meskipun hanya beberapa hari saja menjalankan puasa, Ia menyatakan ibadah puasanya pada tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Puasa kali ini, ia sudah mengetahui dan benar-benar merasakan bahwa ibadah itu memang merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sesuai dengan ajaran yang telah tertulis dalam al-Qur'an.

"Kayaknya, puasa yang sekarang sudah merasakan gimana sih seharusnya kewajiban kita sebagi umat Islam, kalau waktu dulu kan hanya ikut-ikutan saja," ujar Merry yang berdarah Manado.

Setelah memeluk Islam Merry pun berusaha belajar tentang ibadah-ibadah dasar yang diwajibkan sebagai seorang muslim diantaranya sholat lima waktu. Menurutnya, sentuhan-sentuhan hidayah dari Allah dia rasakan ketika menjalankan sholat. Pernah suatu ketika ia sholat, ia tidak mampu membendung lagi air matanya yang mengalir karena rasa terharu.

"Waktu menjalankan sholat sendiri, tanpa berjamaah dengan suami yang biasa dilakukan sehari-hari, saya merasa seperti 'disentil' sampai menangis dan ketika akan rukuk tangis saya enggak bisa berhenti. Akhirnya saya terduduk diam memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan," ungkapnya yang mengaku diajari sholat oleh suaminya, Heriyanto (30 tahun).

Merry berharap melalui Ramadhan tahun ini, dirinya bisa banyak mendapat petunjuk dari Allah mengenai ajaran-ajaran Islam yang belum diketahuinya. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu dirinya sangat terinspirasi untuk membaca al-Qur'an dan saat itu secara berulang-ulang ia membaca al-Qur'an sampai benar-benat mengerti makna ayat tersebut.

"Aku paling susah kalu disuruh belajar dan paling malas untuk membaca, namun aku paling suka kalau tiba-tiba dapat inspirasi melakukan hal-hal yang baru tentang Islam, walaupun cuma baca tulisan latin Al-Qur'an, rasanya seperti jatuh cinta membacanya sampai berulang-ulang," tandasnya.

Merry menceritakan, meskipun secara umum keluarganya dapat menerima agama Islam yang dianutnya, namun kakak dung satu-satunya Marina (33 tahun), hingga kini tetap menentang dan tidak menyetujui keputusan yang diambilnya.

"Kakak saya masih menentang, sampai kayak putus hubungan, dia enggak bisa menerima, tetapi waktu saya menikah pada bulan Agustus lalu di Kuningan, Jawa Barat, tempat kediaman suami, dia sempat datang tetapi dengan muka yang tidak ikhlas," tegasnya menutup perbincangan.(novel/ln/eramuslim)
Wahyu (bule) Soeparno Putro (d/h Dale Andrew) : Hidayah Adzan Subuh

Wahyu (bule) Soeparno Putro (d/h Dale Andrew) : Hidayah Adzan Subuh

01.59 Add Comment
Awalnya, suara adzan Subuh adalah "musuh" bebuyutan Wahyu Soeparno Putro. Ia merasa, suara itu sangat terganggu tidurnya. Namun siapa nyana, suara adzan Subuh itu pula yang justru membawanya menemukan jalan menjadi seorang mualaf -- seorang pemeluk Islam.

Sepenggal kesaksian spiritual itu seperti tak pernah bisa dilupakan pada ingatan lelaki kelahiran Skotlandia, 28 Juli 1963. Termasuk ketika berbincang santai kepada Republika yang menemuinya di sela-sela kesibukannya melakoni syuting sebuah program televisi di Jakarta, Senin (4/6) lalu. Kenangan itu ibaratnya telah menjelma menjadi semacam sebuah napak tilas spiritual tertinggi bagi pemilik nama lahir Dale Andrew Collins-Smith. Ia antusias -- walau kadang dengan berkaca-kaca -- menceritakan kisah yang dilaluinya sekitar 12 tahun silam. :video

Tepatnya, sekitar pada 1999 atau lima tahun setelah pengelanaannya ke Yogyakarta. Dale saat itu datang ke Yogyakarta dari Australia untuk mencari nafkah dari perusahaan kerajinan yang memekerjakan sedikitnya 700 karyawan.

Di Kota Gudeg itu, dia tinggal mengontrak bersama teman. Namun seiring waktu berjalan, dia kemudian bertemu dengan Soeparno. Soeparno ini adalah ayah beranak lima yang bekerja sebagai seorang satpam. Singkat cerita Dale ini kemudian diajak menetap bersama di rumah Soeparno sekaligus juga diangkat sebagai anak dari keluarga besar Soeparno.

Rumah Soeparno ini letaknya hanya sepelemparan batu saja ke arah masjid. Karena tak jauh dari masjid, tak mengherankan kalau setiap pagi suara adzan Subuh itu seperti meraung-raung di dekat daun telinganya. Rutinitas itu akhirnya membuat Dale selalu terbangun di pagi hari.

Bahkan setelah menetap cukup lama di rumah Soeparno itu, dia selalu terbangun 5-10 menit lebih awal dari adzan Subuh. ''Ini yang membuat saya heran,'' katanya. ''Padahal sejak kecil saya tak pernah bisa bangun pagi, tapi di sana (Yogyakarta) saya mampu merubah pola hidup saya untuk bangun pagi.''

Di tengah proses menemukan 'hidayah', Dale yang telah menjadi yatim-piatu sejak usia 20 tahun itu kemudian mulai banyak bertanya-tanya tentang Islam. Hal-hal sederhana tentang Islam seperti sholat sampai puasa menjadi pertanyaan yang mengusik batinnya. Terkadang ia pun tak sungkan untuk bertanya kepada rekan-rekannya yang menganut Islam.
Pergaulan yang kian terjalin akrab dengan lingkungan Yogya itu ternyata melahirkan pula sebuah sikap toleransi beragama pada diri Dale. Ketika Ramadhan tiba dan rekan-rekannya berpuasa, dia seakan terpanggil untuk 'ikut-ikutan' berpuasa. ''Awalnya saya cuma ingin mengetahui saja seperti apa sih rasanya puasa,'' kata dia. ''Tetapi setelah tahun ke dua atau ketiga di sana, puasa saya ternyata sudah full hingga puasa tahun kemarin,'' sambungnya dengan penuh bangga.

Eksperimentasi dalam menjalani ibadah puasa maupun rutinitas bangun pagi menjelang adzan Subuh itu kemudian memberikan pula semacam perasaan tenang yang menjalar di dalam diri Dale. ''Saat itu saya merasa seperti sudah sangat dekat saja dengan orang-orang di sekitar saya,'' katanya sambil mengaku pada fase tersebut dia sudah semakin fasih berbicara Indonesia.

Tak merasa cukup terjawab tentang Islam pada rekan sepergaulan, Dale kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada ketua pengurus masjid dekat tempatnya tinggal. Tapi sekali lagi, hasratnya untuk mengetahui Islam masih belum terpuaskan. Maka pada suatu ketika, bertemulah dia dengan seorang ustad bernama Sigit. Ustad ini masih berada satu kampung dengan tempat tinggalnya di kediaman Soeparno.

''Waktu saya ceritakan tentang pengalaman saya, dia malah berkata kepada saya,''Sepertinya malaikat mulai dekat dengan kamu','' kata Dale menirukan ucapan Pak Sigit.

Mendengar ucapan itu, Dale merasakan seperti ada yang meledak-ledak di dalam dirinya. ''Semuanya seperti jatuh ke tempatnya,'' kata dia menggambarkan situasi emosional dirinya ketika itu. ''Saat itu saya juga sudah bisa menangkap secara akal sehat tentang Islam,'' ujarnya lagi. Ledakan yang ada di dalam diri itu kemudian membawa Dale terus menjalin hubungan dengan Pak Sigit. Dari sosok ustad itu, dia mengaku mendapatkan sebuah buku tentang Islam dan muallaf. Dan pada saat itu pula, niatnya untuk mempelajari sholat kian menggelora.

Di saat hasrat di dalam diri semakin 'merasa' Islam, Dale kemudian bertanya pada Soeparno. ''Saya merasa lucu karena sudah seperti merasa Muslim,'' kata dia kepada Soeparno. ''Tetapi bagaimana caranya,'' sambung dia kembali. Mendengar ucapan pria bule, Soeparno sangat terkejut. Lantas lelaki ini menyarankan agar Dale masuk Islam saja melalui bantuan Pak Sigit.

Lantas tidak membutuhkan waktu lama lagi, sekitar medio 1999, Dale Andrew Collins-Smith kemudian berpindah agama sekaligus berganti nama menjadi Wahyu Soeparno Putro. Dan, prosesi 'hijrah' itu dilakukannya di masjid yang mengumandangkan adzan Subuh dekat rumahnya. Yang dulu dianggap "mengganggu" tidurnya.... (RioL)

Dale Andrew Collins Smith
Nama sekarang: Wahyu Soeparno Putro
Lahir : Skotlandia, 28 Juli 1963
Pendidikan:
Centre for the Performing Arts (Adelaide Australia)
Victorian College of the Arts (Melbourne Australia)
Profesi : Pemain Sinetron dan Presenter .

Swaramuslim.net
Telur Ajaib supaya Bergairah dan Jantan

Telur Ajaib supaya Bergairah dan Jantan

03.05 Add Comment
Bahan :
- 100 gram kucai segar
- 2 butir telur ayam kampung
- 2 buah cabe merah di iris halus-halus
- 50 gram udang segar
- 1 sendok teh minyak wijen
- 1 sendok makan saus tomat
- minyak non kolesterol secukupnya

Caranya:

kucai segar di potong-potong sebesar 5 cm, telur di kocok sampai rata,masukan kucai,udang
segar,irisan cabe merah,minyak wijen dan garam secukupnya.
panaskan minyak non kolesterol,masukan kocokan telur tadi dan buatlah dadar telur sampai matang,hidangkan dengan saus tomat.